='tabs-cap-bottom cap-bottom'>

Minggu, 30 Juni 2013


Kemampuan Melihat Kedalam bagian II


Teman-teman kembali nih kita membahas kemampuan yang suda Tuhan berikan dalam diri kita ,hal itu perlu kita ketahui agar kita gak Cuma diam aja dalam menanggapi setiap kemampuan yang diberikan Tuhan Yesus pada kita.Dipermata kedua saya telah membahas mengenai kemampuan untuk memberikan dampak yang baik bagi sesama kita bahkan menjadi teladan ,Kamu adalah garam dunia”Itulah perkataan Yesus pada kita ,sekarang dikitab Matius 5:14, Tuhan Yesus kembali berkata pada kita “Kamu adalah terang dunia” nah gimana temanteman,kemampuan untuk menjadi terang bagi dunia ini sudah ada diberikan Tuhan Yesus pada kita .Patutnya kita mengucap syukur akan hal itu pada Tuhan Yesus akan kebaikannya ini.Dirumah kita pasti ada lampu kan ? nah kalau lampu itu kita hidupkan maka rumah pun akan tampak terang sedangkan jika kita matikan maka akan tampak gelap,Tuhan telah memberikan kemampuan menjadi terang bagi sesama kita,yang artinya kita tidak sama dengan dunia sekitar kita.Mungkin dipergaulan atau ditempat kita kerja atau melakukan aktivitas yang lain ,kita berada disituasi atau tempat dimana gelap yang ada ,dalam artian bahwa teman,rekan sekerja melakukan hal yang sama dengan dunia ini,misalnya berpestapora,Serakah,mementingkan diri sendiri atau hal yang tidak baik lainnya.Disini lah kita sebagai Anak-anak Tuhan bisa melakukan hal yang lain,yang baik,sesuai dengan perintah Tuhan Yesus .Jangan kita malahan terikutikut dengan mereka ,tapi kita bisa memberikan contoh yang baik dengan menasihati,menegur dengan kasih.Jangan sambil marahmarah dengan mereka,hal ini bukan nya memperbaiki keadaan malahan ntar kita yang dimarahi :D Kita bisa menegur mereka dengan kasih,pelanpelan setahap demi setahap dan yang terpenting juga kita berdoa bagi mereka agar Tuhan Yesus membukakan hati mereka dan mau berubah.Tugas kita sebagai anak Tuhan yang tidak ingin hanya dalam keadaan ratarata adalah bersikap aktif bukan pasif dalam menjadi terang itu.Diayat yang ke 14 b Yesus berkata “Kota yang terletak diatas gunung tidak mungkin tersembunyi.” Yesus juga mengingatkan kita agar jangan menahan kebaikan bagi sesama kita.Lakukan hal yang juga turut serta dalam kemajuan Iman temanteman kita ,jangan hanya memandangi mereka saja tanpa berbuat apaapa:D Hendaknya kita yang Anak-anak Tuhan berhenti dari sekedar berbuat baik bagi diri sendiri tapi hendaknya kabar kebaikan yaitu FirmanNya juga harus kita beritakan pada temanteman kita,jangan stagnan atau tidak turut dalam rencana besar Allah bagi kita,kita harus menjadi terang dan jangan padamkan terang yang ada pada kita ,kita harus bangkit dari mediokritas dari hal hal yang membuat kita jauh dan semakin tidak memahami panggilan Allah dalam hidup kita ,dari hanya sekedar melaukan hal yang ituitu aja tapi mulai hal baru lain yang semakin menambah iman temanteman semua ,Jesus Bless You.

Memandang Jauh Kedalam


Sebelum melangkah dari keadaan Stagnan kita atau keadaan begitubegitu saja atau terkesan monoton dalam kehidupan kita ,perlu kita ketahui kemampuan apa yang diberikan Bapa kita yang baik yaitu Tuhan Yesus pada kita .Sebagai anak-anak Bapa kita,sebenarnya kita sudah diberikan kemampuan jauh dari yang kita pikirkan .Dari kitab Matius 5:13 Yesus berkata “Kamu adalah garam dunia”, nah bukan tanpa sebab Yesus berkata seperti itu pada kita temanteman ,kita pasti pernah lihat garam bukan? Yang pastinya fungsinya mengasinkan makanan ,sedikit saja jika garam ditambahkan ke makanan sudah pasti ada perubahan rasa ,dari yang tadi tawar menjadi asin. Kita tadi sudah membaca bahwa Yesus mengatakan,Kamu berarti Kamu dan Saya ,”adalah” ya Yesus berkata adalah” bukan “Kamu mungkin garam dan terang dunia” atau Kamu akan menjadi garam dan terang dunia, jadi Yesus telah memberikan kemampuan kepada kita untuk menjadi garam itu,didalam diri kita ini sudah ada bibitbibit garam tadi ,kita sudah diberikan kemampuan oleh Tuhan Yesus untuk bisa memberikan dampak bagi sekitar kita .Seperti garam dalam makanan yang memberikan dampak asin ,seperti itu jugalah dalam kehidupan kita yang memberikan dampak pada sekitar kita.Tadi garam memberikan dampak asin,menurut temanteman dampak asin yang diberikan garam tadi baik atau enggak? Ya tentu saja baik ,emang kita mau tu makanan yang enggak ada rasa atau pahit gitu ?:D pasti enggak kan ,jadi dampak yang kita berikan kepada sekitar kita adalah dampak yang baik ,seperti Tuhan Yesus yang sudah memberikan teladan yang baik bagi kita semua seperti itulah juga kita anak-anakNya bisa mencontoh keteladanan Tuhan  Yesus dan sekaligus menjadi teladan yang baik bagi sekitar kita. Oke sekarang kita akan hubungkan dengan mediokritas atau keratarataan ,diayat 13 b Yesus berkata “Jika         garam itu menjadi tawar,dengan apakah ia diasinkan?Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang . Nah gimana temanteman mau gak jadi tawar?:D Tadikan Yesus udah memberikan kita tu kemampuan untuk menjadi garam ,so bibitbibit garam tadi udah ada di dalam diri kita,sekarang tergantung sama kita nih ,kita mau gak menabur garam tadi atau kita maunya Cuma disimpan aja smpai tawaar ?Hidup  keratarataan itu berhubungan nih sama garam yang menjadi tawar tadi ,jika misalnya nih ditiap hari kita tuh ya kayak yang biasa aja terus ,bangun,sekolah ,pulang sekolah terus tdur deh smpai pagi lagi .Pernah gak kita ditiap hari tu ksih waktu 30 menit aja nyanyiin pujian penyembahan buat Tuhan Yesus dan membaca FirmanNya? Pernah gak kita merenungkan kebaikanNya pada kita?Pernah gak kita berdoa buat sesama kita?Pernah gak kita menyampaikan firman Tuhan Yesus pada teman teman seiman kita atau bahkan saudara kita yang lain? Atau mungkin kitabaca Alkitab seminggu sekali Cuma digereja aja? Cuma nyanyi buat Tuhan digereja aja? Kalau seperti itu terus bibitbibit garam yang ada di dalam dri kita bakalan jadi tawar dong ,Trus ntar saat kita udah dipanggil Bapa kita Tuhan Yesus dan ditanya “Kenapa kemampuan yang sudah aku berikan padamu tidak kamu gunakan untuk tujuan kemuliianKu? Nah kita mau jawab apa temanteman ? untuk itulah kita sudah seharusnya bisa mengubah tindakan kita ditiap hari itu menjadi menabur garam tiap harii ,sedangkan permasalahan kabut asap kemarin di Riau aja pemerintah kan nabur garam tu biar hujan ,seperti itu juga kita Anak-anak Tuhan kita naburin garam dan berdampak bahkan bisa jadi panutan yang baik maka kita akan menuai hujan berkat yang tidak putusputusnya dari Tuhan ,jangan sampai garam kita jadi tawar ,dan tetap berdoa biar kita dikuatin Tuhan Yesus ,Jesus Bless You.

Memahami Keadaan Mediokrita





Mediokritas ,mungkin agak asing bagi kita jika kembali melihat perkataan atau judul yang saya tulis diatas ,tidak banyak yang mengetahui arti atau keadaan mediokritas seseorang.Suatu hal yang bisa saya umpamakan seperti cerita dibawah ini ,
   “Disuatu kelas ada 3 orang siswa ,yaitu bernama Bagas,Seno,dan Jodi,mereka berteman akrab sekali sampai dimasamasa sma nya, dikelas Bagas dan Jodi adalah murid yang cerdas yang selalu mendapat kan rangking dikelasnya ,tapi tidak begitu dengan Jodi,ia termasuk anak yang pendiam dan terkesan kurang memahami pelajaran yang diberikan oleh pengajarnya bahkan jika diajari oleh Bagas dan Seno pun ia terkadang mengerti dan kadang tidak .Saat penerimaan rapor dikelasnya nilai yang diperoleh oleh  Jodi jauh dibawah temannya yang lain ,tapi meskipun begitu ia tetap tidak menyesal bahkan tidak berusaha mengubah nilainya tersebut,dua teman yang lainnya begitu sedih melihat ia yang seperi ini ,sampai akhirnya Jodi pun tinggal kelas,sedangkan Bagas dan seno melanjutkan kekelas yang lebih tinggi.”

Dari cerita diatas saya bisa menjelaskan pada anda bahwa hal yang dialami oleh Jodi itu lah yang masuk dalam keadaan mediokritas.Mediokritas =Stagnan,atau tetap ,atau keadaan biasabiasa saja bisa dikatakan dibawah ratarata.Trus apa hubungannya dengan kekristenan?:D iya itu sangat berhubungan loh temanteman .Contohnya ni ya kalau kitasekolah,kuliah atau bekerja dan kita mikir nih dan ngomong “Kok kayaknya aku ginigini aja ya ,nilai rapor yaa begitulah cukupcukup dilihat aja,kok ipk seginigini aja ,trus aku kerja tapi jabatan atau tiap hari gak ada yang menarik aku kerjain’’, ya pikiran yang seperti itu pasti pernah kita alami ,itulah yang dinamakan pengen berubah dari keratarataan, atau mediokritas, jika kita gak pernah mikir gitu berarti sama dong kita dengan si Jodi tadii,yang akhirnya tinggal kelas . Allah didalam kitab kejadian 3:9 Bertanya kepada Adam “Dimanakah engkau”, pertanyaan ini juga masih Dia pertanyakan kepada kita ,Dimanakah kita mengembangkan talenta kita ?Dimanakah kita tiap hari kita Apakah kita sudah sungguh melayani Allah? Atau kita hanya diam dan ya terikut arus dunia ini? Untuk itulah bagian selanjutnya dari tulisan ini semoga bisa melihat sisi terdalam dari kehidupan kita yang sedang butuh perbaikan ,dan  untuk membangkitkan karunia serta panggilan Tuhan Yesus dalam Hidup kita

Sabtu, 29 Juni 2013

Melampui Mediokritas (rata rata)

Melampui mediokritas ,inilah judul blog yang mungkin saya pun sebenarnya tidak terpikir untuk membuat nya tapi syukur pada Tuhan yang memang dengan blog ini juga saya bisa minimal kita samasama yang membaca bisa bertambah wawasan dan mengerti tentang kebaikan Tuhan dihidup kita,melangkah jauh kedepan bersama Tuhan ,tidak hidup hanya sebatas apa yang kita anggap nyaman saat ini ,tapi kita bisa lebih lagi memikirkan visi misi kedepannya bersama Tuhan Yesus ,kita lebih mengenalnya dan pastikan Ia juga mengenal kita :) Jesus Bless You .