='tabs-cap-bottom cap-bottom'>

Minggu, 30 Juni 2013

Memandang Jauh Kedalam


Sebelum melangkah dari keadaan Stagnan kita atau keadaan begitubegitu saja atau terkesan monoton dalam kehidupan kita ,perlu kita ketahui kemampuan apa yang diberikan Bapa kita yang baik yaitu Tuhan Yesus pada kita .Sebagai anak-anak Bapa kita,sebenarnya kita sudah diberikan kemampuan jauh dari yang kita pikirkan .Dari kitab Matius 5:13 Yesus berkata “Kamu adalah garam dunia”, nah bukan tanpa sebab Yesus berkata seperti itu pada kita temanteman ,kita pasti pernah lihat garam bukan? Yang pastinya fungsinya mengasinkan makanan ,sedikit saja jika garam ditambahkan ke makanan sudah pasti ada perubahan rasa ,dari yang tadi tawar menjadi asin. Kita tadi sudah membaca bahwa Yesus mengatakan,Kamu berarti Kamu dan Saya ,”adalah” ya Yesus berkata adalah” bukan “Kamu mungkin garam dan terang dunia” atau Kamu akan menjadi garam dan terang dunia, jadi Yesus telah memberikan kemampuan kepada kita untuk menjadi garam itu,didalam diri kita ini sudah ada bibitbibit garam tadi ,kita sudah diberikan kemampuan oleh Tuhan Yesus untuk bisa memberikan dampak bagi sekitar kita .Seperti garam dalam makanan yang memberikan dampak asin ,seperti itu jugalah dalam kehidupan kita yang memberikan dampak pada sekitar kita.Tadi garam memberikan dampak asin,menurut temanteman dampak asin yang diberikan garam tadi baik atau enggak? Ya tentu saja baik ,emang kita mau tu makanan yang enggak ada rasa atau pahit gitu ?:D pasti enggak kan ,jadi dampak yang kita berikan kepada sekitar kita adalah dampak yang baik ,seperti Tuhan Yesus yang sudah memberikan teladan yang baik bagi kita semua seperti itulah juga kita anak-anakNya bisa mencontoh keteladanan Tuhan  Yesus dan sekaligus menjadi teladan yang baik bagi sekitar kita. Oke sekarang kita akan hubungkan dengan mediokritas atau keratarataan ,diayat 13 b Yesus berkata “Jika         garam itu menjadi tawar,dengan apakah ia diasinkan?Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang . Nah gimana temanteman mau gak jadi tawar?:D Tadikan Yesus udah memberikan kita tu kemampuan untuk menjadi garam ,so bibitbibit garam tadi udah ada di dalam diri kita,sekarang tergantung sama kita nih ,kita mau gak menabur garam tadi atau kita maunya Cuma disimpan aja smpai tawaar ?Hidup  keratarataan itu berhubungan nih sama garam yang menjadi tawar tadi ,jika misalnya nih ditiap hari kita tuh ya kayak yang biasa aja terus ,bangun,sekolah ,pulang sekolah terus tdur deh smpai pagi lagi .Pernah gak kita ditiap hari tu ksih waktu 30 menit aja nyanyiin pujian penyembahan buat Tuhan Yesus dan membaca FirmanNya? Pernah gak kita merenungkan kebaikanNya pada kita?Pernah gak kita berdoa buat sesama kita?Pernah gak kita menyampaikan firman Tuhan Yesus pada teman teman seiman kita atau bahkan saudara kita yang lain? Atau mungkin kitabaca Alkitab seminggu sekali Cuma digereja aja? Cuma nyanyi buat Tuhan digereja aja? Kalau seperti itu terus bibitbibit garam yang ada di dalam dri kita bakalan jadi tawar dong ,Trus ntar saat kita udah dipanggil Bapa kita Tuhan Yesus dan ditanya “Kenapa kemampuan yang sudah aku berikan padamu tidak kamu gunakan untuk tujuan kemuliianKu? Nah kita mau jawab apa temanteman ? untuk itulah kita sudah seharusnya bisa mengubah tindakan kita ditiap hari itu menjadi menabur garam tiap harii ,sedangkan permasalahan kabut asap kemarin di Riau aja pemerintah kan nabur garam tu biar hujan ,seperti itu juga kita Anak-anak Tuhan kita naburin garam dan berdampak bahkan bisa jadi panutan yang baik maka kita akan menuai hujan berkat yang tidak putusputusnya dari Tuhan ,jangan sampai garam kita jadi tawar ,dan tetap berdoa biar kita dikuatin Tuhan Yesus ,Jesus Bless You.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar